Kerja Sama UNMUL dan Wahana Visi Indonesia: Mangrove Kunci Produktivitas Tambak di Delta Mahakam

22 Agustus 2025
Universitas Mulawarman
Humas UNMUL
Featured Image
Geser untuk melihat foto lainnya

Kegiatan kolaboratif antara Prof. Dr. Esti Handayani Hardi, S.Pi., M.Si dari Universitas Mulawarman (UNMUL) dan Wahana Visi Indonesia Surabaya pada 15 hingga 16 Agustus di kawasan Delta Mahakam, Muara Badak, bersama Pokdakan Salo Sumbala,  menekankan pentingnya peran mangrove dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan tambak.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan sosialisasi dan praktik pemeliharaan mangrove dengan kepadatan 600 sampai 800 pohon per hektar. Prof. Esti menegaskan bahwa mangrove bukan hanya sebagai pelindung pesisir, tetapi juga mampu menyuburkan tanah tambak, memperbaiki kualitas air, serta meningkatkan hasil budidaya perikanan.

Salah satu petambak dari Pokdakan Salo Sumbala yang membudidayakan udang dan bandeng, menuturkan bahwa tambaknya sempat mati pada tahun 2007 akibat degradasi lingkungan. 

“Setelah kawasan tambak direhabilitasi dengan mangrove, hasil udang dan bandeng jauh lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu petambak dari Surabaya mengatakan bahwa keberadaan mangrove, bahkan di tengah tambak, tidak menurunkan produktivitas. 

“Tambak yang bersih dan dikelola dengan ekosistem mangrove justru menghasilkan kualitas panen yang lebih bagus,” jelasnya.

Untuk menunjang pertumbuhan, petambak menggunakan pupuk SP-36 minimal 50 kilogram per hektar dan pupuk cair seperti Petrofish, dengan takaran 1 botol per hektar. Kondisi air tambak yang ideal ditandai dengan warna hijau kecoklatan, menandakan ketersediaan nutrien cukup bagi organisme budidaya.

Jenis mangrove yang ditanam di kawasan ini meliputi Rhizophora (bakau) dan Avicennia (api-api). Kedua jenis mangrove ini berperan penting dalam meningkatkan kualitas tanah tambak sekaligus menjaga stabilitas ekosistem Delta Mahakam.

Dengan keterlibatan Pokdakan Salo Sumbala, kegiatan ini menjadi contoh nyata pengelolaan tambak yang selaras dengan konservasi lingkungan. 

“Mangrove bukan hambatan, melainkan mitra petambak dalam menjaga keberlanjutan usaha,” tegas Prof. Esti.

 

Penulis: Hanny Fakhriah Safitri

Editor: Sulkarnain

Foto: Mursyid Mugni


Bagikan Berita Ini

Sebarkan informasi ke teman dan kolega Anda

Page Structure

No headings found.

Aksesibilitas

Universal Access Tools

ZOOM & FONT

Text Size
100%
Page Zoom
100%

VISUAL FILTERS

COLOR BLINDNESS

ALIGNMENT

READABILITY TOOLS

Web Accessibility Initiative